Jum'at, 1 Mei 2009 - 09:06 wib
Pasukan Inggris Akhiri Misi di Irak
Jum'at, 1 Mei 2009 - 09:06 wib
LONDON - Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyambut penarikan pasukan Inggris secara keseluruhan dari operasi militer di Irak. Dia juga menyerukan kedua negara membuka babak baru dalam hubungan diplomatik.
Setelah bertemu PM Irak Nuri Al Maliki di Downing Street, Kantor PM Inggris, Brown mengungkapkan kerja sama jangka panjang dengan prinsip keseteraan setelah enam tahun invasi ke Negeri 1001 Malam yang dipimpin AS.
"Hari ini (kemarin) adalah tanda babak penutupan misi pertempuran di Irak," katanya. "Bendera Brigade Armoured 20 telah diturunkan sehingga pasukan Inggris di Basra akan berakhir. Pasukan bersenjata kita bersiap-siap ditarik. Hari ini Irak merupakan kisah sukses," paparnya.
"Kita teringat dengan nama dan pengorbanan yang ditebus 234 pria dan wanita yang tewas pada operasi Telic," lanjutnya. Dengan demikian, kehadiran militer Inggris di Irak akan berakhir dalam waktu dekat setelah enam tahun invasi. Sebuah upacara penghormatan dilaksanakan di Basra untuk menghormati 179 tentara Inggris yang meninggal selama konflik berlangsung, dihadiri Menteri Pertahanan John Hutton.
Hutton mengatakan, Inggris seharusnya bangga dengan apa yang telah dicapai oleh para prajuritnya. "Tidak ada pertanyaan mengenai itu, kita telah membayar dengan harga mahal," paparnya. "Sejarah akan mencatat bahwa militer Inggris telah melakukan pekerjaan yang hebat," imbuhnya.
Upacara berlangsung di monumen peringatan yang mencantumkan 234 nama prajurit Inggris dan pasukan asing lainnya yang meninggal dalam operasi militer pimpinan Inggris di Irak. Pejabat pertahanan menyatakan rencana menarik pasukan Inggris di Irak sudah terencana dengan baik.
Mereka mulai menarik sejumlah pejabat akhir bulan lalu ketika komandan di wilayah selatan, Mayjen Andy Salmon menyerahkan jabatannya ke jenderal AS. Pasukan Inggris mengambil langkah cepat untuk menarik pasukan di awal tahun ketika Bandar Udara Internasional Basra, sebelumnya pusat komando militer Inggris di masa konflik, sudah diserahterimakan ke penguasa Irak.
Sejumlah nama yang tercantum dalam monumen tersebut ikut tewas dalam operasi militer pimpinan Inggris di antaranya berasal dari Italia, Belanda, Denmark, Amerika, dan Rumania.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar